Postingan

Deskripsi Situs

Selamat Datang di Situs HelmetLoversIndonesia.com. Situs Helmet Lovers Indonesia Ini Secara Official Berada Dibawah Naungan Situs HelmetSquad.com. Bergabunglah Ke Dalam Komunitas Global Pecinta Helm, Helmet Squad Dengan Melakukan Registrasi Di Situs HelmetSquad.com. Klik Situs Helmet Squad Di HelmetSquad.com Untuk Mendapatkan Informasi Seputar Helmet Lovers, Helmet Squad, Komunitas, Otomotif Dan Otosport. Hubungi kami di alamat email : office@helmetloversindonesia.com Official Account Helmet Lovers Indonesia : Website : helmetloversindonesia.com Tokopedia : http://bit.ly/TokopediaHLI Instagram : @helmetloversindonesiadotcom Ketentuan Pasal Pasal 1 Pengertian Helmet Lovers Indonesia oleh HelmetLoversIndonesia.com Helmet Lovers Indonesia oleh HelmetLoversIndonesia.com adalah perkumpulan para pelaku, penikmat, pencinta, kolektor dan atau pebisnis kegiatan yang menggunakan piranti keselamatan atau aksesoris berupa helm baik itu helm bertipe full face, open face,

Informasi Seputar Perumusan SNI Di Produk Helm

Gambar
Standar Nasional Indonesia (disingkat SNI) adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. SNI dirumuskan oleh Komite Teknis (dulu disebut sebagai Panitia Teknis) dan ditetapkan oleh BSN. Agar SNI memperoleh keberterimaan yang luas antara para stakeholder, maka SNI dirumuskan dengan memenuhi WTO Code of good practice, yaitu: 1. Openess (keterbukaan) Terbuka bagi agar semua stakeholder yang berkepentingan dapat berpartisipasi dalam pengembangan SNI; 2. Transparency (transparansi) Transparan agar semua stakeholder yang berkepentingan dapat mengikuti perkembangan SNI mulai dari tahap pemrograman dan perumusan sampai ke tahap penetapannya . Dan dapat dengan mudah memperoleh semua informsi yang berkaitan dengan pengembangan SNI; 3. Consensus and impartiality (konsensus dan tidak memihak) Tidak memihak dan konsensus agar semua stakeholder dapat menyalurkan kepentingannya dan diperlakukan secara adil; 4. Effectiveness and relevance Efektif dan relev

Dasar Pemberlakuan Standar Wajib Helm Ber-SNI

Gambar
Guna melindungi pengendara sepeda motor, di Indonesia telah dibuat undang-undang tentang kewajiban memakai helm bagi pengendara sepeda motor. Undang-undang No. 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan pasal 106 ayat 8 mensyaratkan bagi semua pengendara sepeda motor dan penumpangnya untuk memakai helm yang memenuhi standar nasional Indonesia. Dasar pemberlakuan standar Wajib Helm ber-SNI di Indonesia yaitu Permen Perindustrian RI No. 40/M-IND/PER/4/2009 tentang Perubahan Atas Permen Perindustrian Nomor 40/M-IND/PER/6/2008 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua Secara Wajib, peraturan ini mulai berlaku pada tanggal 1 April 2010 yang berisi : Pasal 2 (1) Memberlakukan secara wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) atau revisinya terhadap Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua SNI 1811-2007 dengan pos tarif HS 6506.10.10.00. (2) Pemberlakuan secara wajib SNI Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua seb

Spesifikasi Teknis Helm Ber-SNI

Gambar
SNI 1811-2007 menetapkan spesifikasi teknis untuk helm pelindung yang digunakan oleh pengendara dan penumpang kendaraan bermotor roda dua, meliputi klasifikasi helm standar terbuka (open face) dan helm standar tertutup (full -face). 1. Material : Bahan helm harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: a. Dibuat dari bahan yang kuat dan bukan logam, tidak berubah jika ditempatkan di ruang terbuka pada suhu 0 derajat Celsius sampai 55 derajat Celsius selama paling sedikit 4 jam dan tidak terpengaruh oleh radiasi ultra violet, serta harus tahan dari akibat pengaruh bensin, minyak, sabun, air, deterjen dan pembersih lainnya b. Bahan pelengkap helm harus tahan lapuk, tahan air dan tidak dapat terpengaruh oleh perubahan suhu c. Bahan-bahan yang bersentuhan dengan tubuh tidak boleh terbuat dari bahan yang dapat menyebabkan iritasi atau penyakit pada kulit, dan tidak mengurangi kekuatan terhadap benturan maupun perubahan fisik sebagai akibat dari bersentuhan langsung dengan keringa