Jangan Sembarangan Memodifikasi Tali Retention Helm

Fungsi helm penting dalam keselamatan berkendara terutama untuk melindungi kepala dari benturan saat terjadi kecelakaan. Selain shell atau tempurung luar helm, sistem pengikat helm atau retention system juga punya peran sangat signifikan untuk menjaga helm agar tidak terlepas dari kepala saat terjadi kecelakaan.
Belakangan ini banyak meminat helm yang berusaha mengganti tali retention helmnya yang sebelumnya hanya menggunakan Quick Release Buckle ataupun Microlock menjadi jenis DD Ring karena dirasa DD Ring akan membuat helm terlihat lebih keren. Padahal pengguna helm harus tahu bahwa modifikasi tali retention di helm tersebut tidak diperbolehkan.

Masa Kadaluwarsa Helm

Menurut Wikipedia, Helm (bahasa Belanda: Helm) adalah bentuk perlindungan tubuh yang dikenakan di kepala dan biasanya dibuat dari metal atau bahan keras lainnya seperti kevlar, serat resin, atau plastik.
Helm masih menurut Wikipedia biasanya digunakan sebagai perlindungan kepala untuk berbagai aktivitas pertempuran (militer), atau aktivitas sipil seperti olahraga, pertambangan, atau berkendara. Helm dapat memberi perlindungan tambahan pada sebagian dari kepala (bergantung pada strukturnya) dari benda jatuh atau berkecepatan tinggi. Di beberapa negara, helm wajib digunakan bagi pengendara sepeda motor, bahkan ada yang mewajibkannya bagi pengendara sepeda tak bermotor.
Dikutip dari Otosia, Rabu, 13 Februari 2019, setiap helm yang diproduksi, biasanya akan berusia 5 tahun sebelum masuk fase kedaluwarsa. Technical Support dari DeRide Official Store, Irwansyah, menjelaskan kualitas helm yang sudah kedaluwarsa akan menurun jika mengalami benturan. Penurunan mutu ini akan menimbulkan risiko yang lebih besar bagi penggunanya, ungkap Irwansyah seperti dikutip dari dream.co.id.

Macam Tipe Helm

Ada paling tidak lima tipe dasar helm yang dimaksudkan untuk bermotor, dan yang lain tidak dimaksudkan untuk berkendara dengan motor tetapi tetap digunakan oleh beberapa pengendara motor.
Semua jenis helm ini dilengkapi dengan tali dagu atau retention system, tipe-tipe helm itu antara lain :
1. Helm Fullface
Helm fullface menutupi seluruh area kepala pengendara, dengan bagian belakang yang menutupi pangkal tengkorak, dan juga memiliki bagian pelindung di bagian depan di area dagu. Helm semacam ini memiliki bagian terbuka di area mata dan hidung, dan area terbuka itu akan dilindungi dengan visor, yang umumnya dapat bergerak ke atas dan ke bawah. Banyak helm full face dilengkapi dengan ventilasi udara untuk meningkatkan aliran udara ke kepala pengunanya. Daya tarik yang paling signifikan dari helm tipe ini adalah tingkat perlindungannya. Penelitian telah menunjukkan bahwa helm fullface menawarkan perlindungan paling baik dibandingkan helm tipe lainnya bagi keamanan pengunanya karena 35% dari semua kecelakaan menunjukkan hantaman kuat pada area dagu (Department of Traffic Accident Research, Germany).
2. Helm Off-road atau Motorcross
Helm motorcross memiliki topi pelindung matahari dan pelindung dagu yang memanjang. Desain helm motorcross memungkinkan aliran udara yang lebih baik dan lebih terbuka selama aktivitas berkendara jika dibandingkan dengan helm fullface. Visor di helm off-road atau motorcross yang kadang disebut juga dengan “Goggle” memberikan perlindungan lebih lanjut untuk mata dari debu, kerikil, lumpur, sinar matahari atau hal lain yang dapat menjadi gangguan saat penggunanya sedang melakukan perjalanan off- road nya.
3. Helm Modular atau Flip-Up
Helm tipe modular atau flip-up adalah perpaduan antara helm fullface dengan helm open face. Ketika digunakan dan ditutup sepenuhnya, helm tipe modular atau flip-up akan menyerupai helm fullface dengan pelindung dagu untuk menyerap benturan di area wajah. Pelindung dagunya dapat digeser ke atas dan atau dalam beberapa kasus, dapat dilepas juga sehingga akan meyerupai pada helm open face.
Standar DOT tidak memerlukan pengujian terhadap chin bar atau pelindung dagu (WebBikeWorld, 2009) . Snell Memorial Foundation dapat mensertifikasi helm flip-up (Snell Memorial Foundation, 2008). Sertifikasi ECE 22.05 memungkinkan sertifikasi helm modular dengan atau tanpa tes chin bar, dibedakan dengan sufiks -P (pelindung muka bawah protektif) dan sufiks -NP (pelindung muka bawah non-protektif) ke nomor sertifikasinya dan teks peringatan tambahan untuk chin bar atau pelindung dagu yang tidak tersertifikat (Economic Commission for Europe, 2008).